11 Februari 2017

Membaca: Suatu Renungan

Survei PISA (The Programme for International Student Assessment) tahun 2009 dan 2012 menunjukkan kemampuan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat bawah. Pada tahun 2015, kemampuan membaca siswa Indonesia berada pada peringkat 61 dari 69 negara. Tidak berlebihan pula, Kemdikbud mencanangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk mengatasi rendahnya kemampuan membaca siswa Indonesia.

GLS bertujuan untuk menumbuhkembangkan budaya literasi membaca dan menulis siswa serta menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan menyediakan berbagai sumber bacaan agar peserta didik menjadi generasi pembelajar sepanjang hayat.

Pergeseran kemajuan zaman dari era cetak ke era digital memiliki dampak yang cukup besar terhadap minat baca siswa. Kemajuan teknologi pula yang mengubah kebiasaan membaca, dari membaca buku menjadi membaca daring melalui perangkat gawai.

Sekarang, banyak siswa kurang menunjukkan minat terhadap buku bacaan. Perpustakaan yang seharusnya menjadi sumber ragam bacaan bagi siswa cenderung sepi dari pengunjung. Bahkan, tak jarang perpustakaan di sekolah berubah fungsi menjadi ruangan lain. Buku-buku bertumpuk tak terawat, dipenuhi oleh debu. Jangankan membaca, menjamahnya pun kita enggan.

Padahal, perubahan kurikulum menghendaki agar siswa memiliki high thinking order. Mustahil siswa mampu mengelola pengetahuannya tanpa buku sebagai sumber rujukan. Akibatnya, meski kurikulum telah berganti, model pembelajaran masih tetap konvensional karena guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan.

Salah satu hal yang dapat merangsang minat siswa dalam membaca adalah dengan model pembiasaan yang ditunjukkan oleh guru. Sungguh hal yang aneh jika guru memiliki ekspektasi tinggi terhadap kemampuan dan minat baca siswa, sementara guru sendiri jarang membaca. Sudahkah kita menjadi role model membaca bagi siswa?

~secangkir kopi petang~
Share:

03 Februari 2017

Etraining Berbasis IT: Seamolec sebagai Solusi

Saat ini kita hidup di era serba digital. Kemajuan teknologi semakin pesat sehingga mempengaruhi segala aspek kehidupan. Kita memiliki gaya hidup baru dan hampir tak bisa dipungkiri, kehidupan bergantung pada perangkat elektrik. Gawai, misalnya, dijadikan sebagai salah satu media untuk saling berbagi informasi dan berkomunikasi. Kampanye paperless juga semakin digalakkan sehingga pada hari ini kita turut merasakan pergeseran dari cetak ke digital. 

Begitu pula yang dirasakan oleh dunia pendidikan. Sarana belajar dapat diperoleh melalui internet. Berbagi informasi cukup lewat pos elektronik (posel) atau melalui media sosial. Kuis dan ujian pun dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.

Guru dapat menempatkan dirinya agar tidak ketinggalan informasi dan gagap terhadap teknologi. Untuk itu, kompetensi guru tidak hanya cukup dengan empat kompetensi saja seperti yang terdapat dalam Undang-undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005, yakni kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial. Guru juga perlu kompetensi berbasis teknologi. Dengan menguasai perangkat digital, pembelajaran di kelas dapat dikembangkan dengan memanfaatkan berbagai multimedia pembelajaran. 

Menyikapi hal tersebut, guru perlu meningkatkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi dengan mengikuti berbagai pelatihan, workshop, dan sebagainya. Tidak hanya di dunia nyata saja, guru dapat mengikuti berbagai pelatihan secara daring. Bagi guru PNS, selain menambah wawasan, produk etraining merupakan salah satu bentuk karya inovasi yang dapat diajukan untuk perolehan angka kredit. 

Sudah pernah dengar Seamolec? Seamolec adalah Southeast Asian Minister of Education Organization Regional Open Learning Centre. Seamolec ini merupakan pusat pendidikan terbuka jarak jauh Asia Tenggara yang membantu berbagai institusi dalam mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah-masalah pendidikan dan menemukan solusi alternatif melalui pemanfaatan pendidikan jarak jauh terutama yang berbasis IT. 

Berbagai etraining telah dilaksanakan oleh Seamolec, antara lain, animation drawing, digital book, pemrograman android, blog, 3D visualization, dan berbagai jenis pelatihan lain yang berbasis teknologi. Caranya pun cukup mudah. Hanya perlu mendaftar dan registrasi. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan Webex untuk video conference dan grup wa sebagai forum diskusi.

Pada akhir pelatihan, peserta dipersyaratkan untuk membuat produk sesuai dengan materi pelatihan dan melakukan recording proses pembuatan produk etraining. Proses recording ini menggunakan aplikasi video recording seperti screencast o matic. Jadi, tidak hanya merekam audio, peserta juga mempresentasikan kemampuannya dalam membuat tugas akhir pada layar desktopnya. 

Ada beberapa hal menarik pada etraining Mooc Seamolec ini. Tutornya capable, ramah, dan menyenangkan. Jika peserta mengalami kendala selama mengikuti pelatihan, tutor dan peserta lain bersedia membantu. Hal yang paling menarik pada etraining ini adalah tidak berbayar alias gratis. Nah, di mana lagi kita dapat mengikuti pelatihan seperti ini? Mooc Seamolec tentunya. Saya pernah iseng-iseng mencari tahu etraining yang lain namun banyak yang berbayar. Sudah lumrah bukan, jika ada yang gratis kita tak perlu ikut yang berbayar apalagi biayanya cukup mahal.

Nah, bagi guru PNS, dengan mengikuti etraining ini, jika lulus akan mendapatkan sertifikat dengan pola jam. Produk tugas etraining juga dapat diajukan angka kreditnya karena produknya merupakan salah satu bentuk karya inovasi untuk pengembangan keprofesian guru berkelanjutan. Tidak cukup dengan sertifikat dan produk karya inovasi? Materi yang diperoleh selama pelatihan dapat dikembangkan menjadi tulisan, yakni makalah tinjauan ilmiah yang besaran angka kreditnya dua. 

Selama ini mayoritas guru mengeluh terhadap jarangnya kesempatan mengikuti diklat di sekolah. Jika ada pelatihan, kuota untuk guru di masing-masing sekolah sangat terbatas sehingga guru merasa kesulitan untuk upgrade kemampuan. Dengan demikian, etraining Mooc Seamolec ini dapat dijadikan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi. 

Jika rekan-rekan guru tertarik, kunjungi saja link Mooc Seamolec di sini. Semoga rekan-rekan guru tetap semangat untuk upgrade kompetensi. Salam guru pembelajar.
Share: