15 Februari 2014

Mendidik melalui Cerita Kyoiku Mama: Suatu Renungan

Suatu kali, aku bertanya pada murid-murid perempuan di kelasku. Apakah kelak mereka ingin bekerja di luar rumah atau menjadi Ibu Rumah Tangga sepenuhnya. Aku terdiam cukup lama dengan jawaban yang mereka berikan. Mayoritas jawaban mereka serupa. “Saya tidak ingin menjadi Ibu rumah tangga”. 

Anak-anak ini, baru menginjak kelas V Sekolah Dasar namun telah dijejali oleh pemikiran sekuler dengan prinsip emansipasi yang menyimpang. Dalam anggapan mereka, menjadi Ibu rumah tangga itu tak ada gunanya. Perempuan perlu berkiprah dan berkarir di luar rumah agar statusnya sederajat dengan kaum Adam. Sungguh mengerikan pengaruh pemikiran sekuler, liberal, dan hedonis telah merasuk ke pikiran anak-anak SD. 

Lantas, aku bercerita kepada murid-muridku tentang Kyoiku Mama. Kyoiku Mama yang berasal dari Jepang ini merupakan ibu rumah tangga yang tidak pernah berhenti mendorong anak-anaknya untuk belajar sekaligus menciptakan keseimbangan pendidikan baik dalam hal fisik, emosional, maupun sosial. Kyoiku Mama mengajarkan disiplin, pengorbanan, kerja sama, dan kesederhanaan di rumah, sehingga di sekolah, yang mengajarkan hal-hal akademis, tidak direpotkan lagi dengan masalah-masalah perilaku anak murid karena nilai-nilai luhur telah melebur dalam karakter setiap siswa sejak dari rumah.

Mayoritas Kyoiku Mama adalah wanita berpendidikan sarjana dan pascasarjana. Dari tangan mereka dihasilkan generasi Jepang yang berkarakter dan menjadi kunci melesatnya kemajuan bangsa Jepang. Kyoiku Mama berpendidikan tinggi bukan untuk berkarir melainkan untuk mendidik anak-anak mereka di rumah. Bagi mereka mendidik anak adalah karir tertinggi bagi seorang wanita. 

Mudah-mudahan, anak-anak kita dihindarkan dari pemikiran sekuler, liberal, dan sikap hedonisme. Bagimu wahai para guru, jangan hanya terfokus mengajar hal-hal yang bersifat akademis semata namun didiklah anak-anak di dalam kelas melalui cerita yang bermanfaat bagi kehidupan mereka.
#mendidikmelaluicerita
Share: